Jodoh pasti bertemu

Dalam satu ruangan aku melihat mu di depan
Ku melihat mu dengan cantik parasnya nan ayu, ceria, berani & unik
Aku ingin berkenalan denganmu namun ku tak berani
Apalah daya ku, aku ini pria yang pendiam dan kalem
Sedangkan dirimu wanita ceria, berteman dengan siapapun, bawel dan berdandan
Aku ingin menyapa mu tapi ku tak berani
Aku hanya memandang mu dari kejauhan
Aku yakin suatu hari nanti aku bisa bersamamu

Hari ini aku duduk disampingmu
Aku membantu mu yang membuat mu khawatir dengan hal itu
Dengan senyum cerianya dan terbuka untuk menjawab pertanyaanku
Disitulah aku senang dan bisa ngobrol denganmu

Namun seminggu kemudian kamu dan aku menghilang begitu saja
Dan aku mulai memberanikan diri untuk menanyakan kabar kepada dia lewat chatting
Ku kira dia tidak mau membalas chatku dan ternyata dia membalasnya dengan baik

Lalu suatu hari aku mengajak dia bertemu di sebuah stasiun
Aku mengantarkan dia ke suatu tempat yang sebelumnya dia tidak ketahui
Lama kelamaan kini kita berdua mulai akrab
Yang satu sama lain mulai terbuka tentang pribadi masing-masing
Yang saling komunikasi setiap harinya
Aku selalu menemanimu kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun itu
Aku berpikir "Apakah ini aku jatuh cinta padanya? Atau jatuh cinta pada pandangan pertama?"
Ku rasa aku telah jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama dan sejak dia tidak melihat keberadaanku padahal aku selalu melihat setiap apa yang kamu lakukan
Menurutku dia unik, lucu, pecicilan dengan tingkahnya dan berbeda dengan wanita lain
Disaat dia sedih atau kesusahan, dia selalu mencariku dan dia ingin menemani hanya denganku
Ah aku senang
Kini kita berlokasi yang sama
Aku selalu mengantar pulang ke rumah yang jaraknya jauh namun itu tidak ada masalah
Suatu hari dia mengajak ku ke rumah sakit, ternyata salah satu keluarganya sakit
Aku malu bertemu dengan keluargamu
Tapi begitu yakinnya kamu paksa aku untuk masuk ke kamar tersebut
Lalu aku tak mau karena aku malu bertemu
Tapi kamu tetap yakin dengan pendiriannya
Aku berjalan cepat ke suatu lorong yang ada di rumah sakit
Namun kamu menggejar ku dan meyakinkanku
Dan apa yang terjadi aku merasa yang di depan ku adalah orangtuanya
Namun kamu tidak sadar dengan hal itu, dan aku memberikan kode kepadanya
Dia memanggil nama orangtuanya
Disitulah akhirnya saya kenal orangtuanya
Dan orangtua dia memintaku untuk menjaga dia dari kejauhan orangtuanya
Lalu kami semua masuk ke kamar rumah sakit, disitu aku berkenalan dengan kaka² nya berserta anaknya yang lagi di rawat
Aku merasa canggung bingung harus memulai percakapan dari mana
Dan dia tetap meyakinkanku
Aku tidak bisa lama-lama berada di ruangan tersebut dan aku pamit untuk pulang
Aku melihat raut wajahnya yang begitu cemberut dengan ku ah tapi aku yakin dia tidak marah.

Suatu hari, aku meyakinkan dengan perasaan ini
Aku memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu kepadanya
Kamu menggap status dengan ku itu apa?
Lalu dia menjawab "yah bagiku kamu teman special dikehidupanku"
Aku menanyakan kembali "apa bedanya teman dengan teman special?" kurasa sama saja, yang beda itu berpacaran
Disitu kita mulai berdebat padahal hanya hal sepele
Dia membalas dengan lama, mungkin dia kecewa denganku
Lalu tiba-tiba dia bilang "aku sudah lama tidak berpacaran lagi, aku sudah cukup disakiti oleh pria, aku tidak ingin berpacaran. Jika kau ingin berpacaran biasa saja maaf aku tidak bisa. Tapi jika kau ingin berpacaran serius dengan ku, ku bisa menerima denganmu. Seperti air yang mengalir dengan deras ke arah tujuan yang benar"
Aku meyakinkan dia, aku pun sama tujuannya dengan mu
Akhirnya aku bisa meluluhkan hati sekeras mu dengan kejujuran dan ketulusanku
Aku bersyukur bisa bersamamu & kamu juga berbicara dengan demikian
Kita tidak seperti anak remaja yang romantis-romantisan
Aku pun menyatakan cinta denganmu hal biasa aja malah bukan menembak dia dan tidak memberikan apapun kepadanya
Tidak punya tanggal jadian yang ada tanggal pertama kalinya kita mulai akrab
Apapun itu yang ternyata kita berdua mempunyai tujuan yang sama untuk masa depan
Hari demi hari kita lalui bersama
Kamu berubah dengan pelan pelan lebih baik dari sebelumnya
Ku percaya bahwa kau bisa dengan hal apapun itu
Dia selalu bilang bersyukur aku mempunyaimu, bersamamu karena kamu adalah bentuk hal terindah yang baiknya Allah kirimkan untuk ku di kehidupanku
Ternyata dia perhatian dan romantis berbeda denganku
Yah namanya pasangan saling melengkapi kekurangan satu sama lain
Kerikil demi kerikil, cobaan demi cobaan kita lalu bersama
Pada saat bulan puasa, sahur bareng, buka bersama bareng, bahkan sampai aku membawakan makanan sahur untuknya
Sampai kau bercerita dengan ku ada sosok pria yang masa lalu ingin bersamamu kembali
Aku tidak marah dengan mu, ku serahkan keputusan denganmu
Aku lega kamu mengambil keputusan dengan baik
Lagi-lagi ada sosok pria yang awalnya kamu tidak mengetahuinya
Kamu bercerita dengan ku bahwa pria baru itu jatuh cinta padamu sampai ibunya menyetujui
Aku bertanya kepadanya "apa yang kamu bilang kepadanya?"
Dia menjawab "aku bilang dengan jujur dan berbicara dengan baik, aku sudah punya pacar dan menunjukkan foto denganmu. Aku tau dia kecewa tapi dia bisa menerimanya"
Aku hanya diam dan mendengarkamu saja
Pada saat titik dia lelah dia jatuh sakit dan jauh dari orangtuanya
Iya aku khawatir dengannya. Ku segera menanyakan kepadanya
Dia hanya ingin pulang ke rumahnya dan bertemu dengan keluarganya
Untungnya pada saat itu aku tidak ada aktivitas apapun, akhirnya aku menemuinya
Aku melihat dia kesakitan dengan raut wajahnya menangis dan langsung aku bergegas mengantarkan dia pulang
Disepanjang jalan ku melihatnya yang biasanya tersenyum, ceria, bawel, suka nyanyi dan pecicilan namun aku pertama kalinya melihat dia cemberut dan kesakitan yang amat sakit
3 hari aku dan dia tidak bertemu rasanya ada yang berbeda
Dihari ke 4 dia kembali beraktivitas seperti semula dan bertemu denganku lagi
Ku lihat raut wajahnya yang seperti biasanya
Dan lagi lagi dia sakit
Aku membawakan makanan dan obat untuknya
Sebisa aku untuk menghiburnya dan supaya dia tertawa lagi

Pernah ku marah dengan dia, ada satu hal yang membuat ku marah
Dia pun menyadari apa yang membuatku marah dan dia langsung meminta maaf kepadaku
Dia tidak ingin membuatku marah ataupun sedih
Katanya kalo aku sedih dia malah takut dan tidak mau membuatnya aku marah / sedih
Kita pun berbaikan kembali, wajarlah dalam pacaran ada hal marah kesel badmood ataupun perdebatan yang penting bisa menyelesaikan dengan kepala dingin dan berbaikan seperti semula lagi
Disaat malam takbiran pun tiba dia merasa sedih tidak bisa pulang ke rumahnya
Aku langsung bergegas menemani dia sampai dia mulai ceria kembali dan bercerita keluh kesahnya dia kembali
Idul fitri, setelah aktivitas masing-masing saat itu lah kita bertemu dan aku menemani dia makan atau jajan dan dimana pun dia ingin pergi aku menemaninya
Yah hari demi hari seperti biasa masing-masing melakukan aktivitas kembali dengan menyita waktu sangat lama
Pada akhirnya dia pun sakit lagi sakit lagi dan bercerita keluh kesahnya kepadaku
Dan dia memutuskan untuk resign dan kembali ke rumahnya untuk memulihkan kesehatannya.
Mulai saat itulah kita LDR hingga detik ini. Kamu lah dikirim Allah untuk melengkapiku dikehidupanku dan sebagai bukti dari baiknya Allah padaku..
Jodoh tidak bisa ditebak dan tidak bisa diduga
Ketika kita mencari jodoh dimanapun, jika Allah belum mengabulkannya maka belum menemukan jodoh untukmu
Kadang kita tidak menyadarinya ada seseorang yang mempunyai rasa kepada kita namun kita biasa saja
Maka daripada itu sadarilah sekitar kita dan berbuat baik disekitar kita
Karena jodoh pasti bertemu..

Comments

Popular Posts